
Penelusuran ini dilakukan Frans Doris, Ketua Bidang pada salah satu organisasi kemasyarakatan Bela Negara. Dalam wawancara dengan wartawan, Frans menjelaskan bahwa langkah tersebut bermula dari keprihatinannya melihat anak seorang rekannya, yang merupakan tokoh masyarakat, bekerja di Askrida dan kerap menerima informasi negatif mengenai perusahaan tempatnya bekerja.
Dari persoalan tersebut, Frans kemudian mengajak timnya melakukan penelusuran lebih jauh. Ia ingin mengetahui bagaimana informasi mengenai perusahaan itu berkembang, siapa saja pihak yang mengangkatnya, serta apakah terdapat kepentingan tertentu yang melatarbelakangi aktivitas tersebut.
OSINT dan Investigasi Lapangan untuk Menelusuri Sumber Informasi
Dalam menjalankan penelusuran, Frans Doris menggabungkan metode investigasi digital dengan penggalian informasi secara langsung.
Melalui Open Source Intelligence (OSINT), tim menelusuri berbagai informasi yang tersedia di ruang digital, termasuk rekam jejak publik, aktivitas akun, jejak pemberitaan, serta hubungan antara informasi yang satu dengan lainnya.
Berita terkait: Gerak Cepat Damkarmat Garut Kebakaran Panggilingan Padi Di Sukabakti, 23 Jiwa Berhasil Diselamatkan : Berita Sindikasi
Selain itu, tim melakukan pulbaket dan puldata untuk mengumpulkan keterangan maupun data pendukung. Proses elisitasi juga dilakukan dengan menggali informasi dari sumber-sumber yang dinilai mengetahui objek penelusuran.
Investigasi lapangan dilakukan dengan menemui orang-orang yang memiliki kedekatan dengan objek yang sedang diselidiki. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperoleh keterangan mengenai latar belakang persoalan, hubungan antarpihak, serta kemungkinan adanya informasi yang belum muncul di ruang publik.
Frans mengatakan, penggabungan berbagai metode tersebut menjadi bagian dari upaya timnya memahami persoalan secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Dugaan Pola Memanfaatkan Perkara yang Sedang Viral
Salah satu hal yang menjadi perhatian Frans adalah dugaan pola pengangkatan kembali isu yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat untuk kemudian dikaitkan dengan pihak tertentu.
Menurut penelusurannya, perkara korupsi dan gratifikasi yang sedang menjadi perhatian nasional diduga dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun narasi yang diarahkan kepada individu, perusahaan, maupun institusi tertentu.
Askrida menjadi salah satu perusahaan yang disebut dalam penelusuran tersebut.
“Dari seluruh data pulbaket, tracking OSINT, hingga elisitasi di lapangan, polanya terbaca dengan sangat jelas. Salah satu modus utama oknum aktivis ini adalah sengaja mengangkat atau menggoreng kembali isu hangat yang sedang tren viral yang mereka pegang. Apalagi jika sedang ada kasus besar atau isu nasional yang viral, sang oknum pasti akan mencoba mencocok-cocokkan dan mengaitkannya dengan targetnya, salah satu contoh Askrida agar ikut mendapat panggung publik,” ungkap Frans Doris.
Ia menduga pengaitan berbagai pihak dengan perkara yang sedang viral dapat menjadi cara untuk memperoleh perhatian masyarakat dan membangun eksistensi pihak yang mengangkat isu.
Frans juga menegaskan bahwa penelusuran timnya tidak hanya diarahkan kepada satu individu atau satu perusahaan. Tim berupaya memahami pola aktivitas dan kemungkinan kepentingan yang berkaitan dengan pengangkatan berbagai isu tersebut.
Dugaan Motif Finansial dan Upaya Membangun Posisi Tawar
Selain pola pemanfaatan perkara yang sedang viral, investigasi Frans juga menyoroti kemungkinan adanya kepentingan ekonomi.
Berdasarkan penggalian informasi di lapangan dan keterangan sejumlah sumber, ia mendalami dugaan bahwa sebagian aktivitas pengangkatan isu memiliki tujuan membangun posisi tawar atau bargaining position terhadap pihak yang menjadi sasaran.
“Di sisi lain, investigasi lapangan kami menemukan ada juga oknum yang sengaja terus meniupkan kasus Askrida ini dengan target yang sangat pragmatis, yaitu untuk membangun bargaining position alias posisi tawar. Ujung-ujungnya adalah materi dan finansial. Ketika ruang negosiasi atau tawar-menawar di balik layar itu terbuka, di situlah tujuan asli mereka tercapai. Jadi, publik harus jeli melihat bahwa ini bukan gerakan moral, melainkan murni kepentingan pribadi,” tegas Frans.
Menurutnya, dugaan tersebut perlu dilihat dari rangkaian aktivitas dan hubungan pihak-pihak yang terlibat. Ia juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan informasi dengan pihak internal maupun mantan pihak perusahaan yang diduga memiliki persoalan atau kepentingan tertentu.
Namun, dugaan mengenai motif finansial dan hubungan antarindividu tersebut merupakan bagian dari hasil penelusuran yang disampaikan Frans dan masih harus didasarkan pada bukti pendukung untuk dapat dipastikan.
Rekam Jejak Pemberi Informasi Perlu Ditelusuri
Frans Doris juga mengajak masyarakat agar tidak hanya memperhatikan isi isu yang beredar, tetapi turut melihat rekam jejak pihak yang menyampaikan informasi tersebut.
Menurutnya, masyarakat memiliki ruang untuk mencari tahu latar belakang, aktivitas, serta konsistensi pernyataan seseorang sebelum menerima suatu informasi sebagai kebenaran.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak hanya menelusuri isu atau tuduhan yang disampaikan, tetapi juga melihat siapa pihak yang menyampaikan isu tersebut. Telusuri rekam jejaknya, bagaimana aktivitasnya selama ini, apa saja yang pernah disampaikan, dan bagaimana konsistensi antara pernyataan dengan fakta yang ada. Dari situ masyarakat bisa mengetahui latar belakang serta track record pihak yang memberikan informasi, sehingga dapat menilai sendiri secara objektif dan tidak mudah terbawa opini yang belum tentu sesuai dengan fakta,” ujar Frans Doris.
Ia menilai, penelusuran rekam jejak pemberi informasi dapat menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai suatu persoalan.
Frans juga membedakan antara fungsi kontrol sosial dengan aktivitas yang diduga memiliki kepentingan pribadi.
“Kontrol sosial tetap diperlukan. Kritik terhadap perusahaan juga sah dan harus dihormati selama disampaikan berdasarkan fakta. Tetapi jangan sampai fungsi kontrol sosial justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, mencari keuntungan finansial, membangun popularitas, atau menekan pihak tertentu. Itu yang sedang kami dalami melalui investigasi ini,” tambahnya.
Dugaan Kepentingan Politis dan Jabatan Masih Didalami
Di luar dugaan motif finansial, penelusuran tim juga mencakup kemungkinan adanya kepentingan politik dan jabatan yang berkaitan dengan peristiwa beberapa tahun sebelumnya.
Frans menyebut aspek tersebut masih menjadi bagian dari investigasi untuk mengetahui kronologi, hubungan antarperistiwa, serta kemungkinan keterkaitan pihak-pihak tertentu dengan pengangkatan isu mengenai Askrida.
Tim juga mendalami dugaan keterlibatan informasi dari pihak internal atau mantan pihak perusahaan yang mungkin memiliki hubungan dengan persoalan tersebut.
Penelusuran dilakukan dengan memperhatikan rekam jejak, sumber informasi, dan hubungan antarindividu yang muncul dalam proses pengumpulan bahan keterangan.
Perkembangan Perkara dan Isu yang Berkaitan dengan Askrida
Dalam penelusurannya, Frans juga memperhatikan perkembangan isu yang pernah dikaitkan dengan Askrida di lingkungan aparat penegak hukum.
Dalam bahan investigasi yang disampaikan, disebutkan bahwa isu tersebut tidak berlanjut ke tahap penyidikan di KPK maupun Kejaksaan Agung.
Informasi mengenai status penanganan perkara tetap perlu merujuk pada keterangan resmi lembaga berwenang dan dibedakan dari dugaan motif pihak-pihak yang mengangkat isu.
Frans menyatakan bahwa investigasi timnya masih diarahkan untuk memahami pola penyebaran informasi, sumber keterangan, serta kemungkinan kepentingan yang berada di balik berbagai persoalan yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.
Melalui rangkaian penelusuran OSINT, pulbaket, puldata, elisitasi, dan investigasi lapangan, Frans bersama tim berupaya mengurai latar belakang munculnya isu-isu tersebut sekaligus menelusuri rekam jejak pihak-pihak yang berkaitan dengan pengangkatannya.
Artikel dengan judul : Penelusuran Isu Askrida: OSINT, Jejak Digital, dan Rekam Jejak Pihak yang Mengangkat Persoalan
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita – Investigasi – CEPAT – TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
SUMBER ARTIKEL ASLI DISINI SELENGKAPNYA –> Read More
Simak juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Babinsa Desa Bontolangkasa Selatan Turun Langsung ke Sawah : Berita Sindikasi












