Home / Headline / Trending Viral

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:59 WIB

Debat Palestina Ricuh, Adu Data Abu Janda dan Feri Amsari

Debat Palestina Ricuh, Adu Data Abu Janda dan Feri Amsari

Debat Palestina Ricuh, Adu Data Abu Janda dan Feri Amsari

JAKARTA, 11 Maret 2026 – Perdebatan soal sejarah hubungan Indonesia–Palestina memanas dalam program Rakyat Bersatu di iNews, Selasa (10/3). Adu argumentasi antara Permadi Arya alias Abu Janda dan Feri Amsari berujung ricuh hingga salah satu narasumber diminta meninggalkan studio.

Awal Perdebatan: Peran Amerika Serikat

Abu Janda membuka diskusi dengan menilai masyarakat Indonesia kerap memiliki sentimen anti-Amerika tanpa memahami sejarah.

Ia menyebut Amerika Serikat berkontribusi dalam proses diplomasi Indonesia melawan Belanda pasca-1945.

Baca juga: Sinergi Industri Keuangan: Bank BJB dan Askrida Perluas Ruang Kolaborasi Strategis

Namun, Ikrar Nusa Bhakti mengingatkan bahwa dukungan Amerika juga dilatarbelakangi kepentingan global. Ia merujuk karya George McTurnan Kahin untuk menjelaskan konteks tersebut.

“Amerika turun tangan karena ketakutan Indonesia jatuh ke tangan komunis,” ujar Ikrar.

Berita terkait: Aninggelldivita Lulus Uji Kompetensi Wartawan Madya di Usia 22 Tahun, Regenerasi Pers Makin Terlihat

Polemik Pengakuan Palestina

Perdebatan memasuki inti ketika Feri Amsari menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina didasari relasi historis.

“Kalau tidak ada dukungan tokoh Palestina terhadap diplomasi kita, belum tentu juga proses pengakuan berjalan cepat,” kata Feri.

Ia menyebut kontribusi Muhammad Ali Taher dan dukungan moral dari Palestina terhadap Indonesia di masa awal kemerdekaan.

Abu Janda membantah. “Ngga ada hutang sama Palestina, utang apaan bang? Jangan ngaco,” tegasnya.

Menurutnya, klaim Palestina sebagai pihak pertama yang mengakui Indonesia tidak sesuai fakta karena secara formal negara Palestina belum berdiri pada 1945.

Ketegangan dan Pengusiran

Perdebatan berubah menjadi saling sindir. Feri menyebut lawannya terlalu emosional dan keliru memahami sejarah. Abu Janda membalas dengan nada tinggi dan kata-kata kasar.

Moderator Aiman Widjaksono beberapa kali mengingatkan agar diskusi tetap kondusif. Namun situasi tidak mereda.

“Saya ingatkan ini ruang publik,” ujar Feri meminta ketertiban forum.

Aiman akhirnya menghentikan perdebatan dan meminta Abu Janda keluar dari studio.

Respons Publik Meluas

Insiden ini memicu perdebatan baru di media sosial, termasuk tanggapan dari penceramah Felix Siauw yang menyindir gaya debat tersebut sebagai bentuk “gaslighting”.

Peristiwa ini kembali membuka diskursus tentang tafsir sejarah kemerdekaan Indonesia, posisi diplomasi Indonesia terhadap Palestina, serta batas etika dalam debat publik di televisi nasional.

Simak juga: Iskandar Sitorus: Dari Buyat hingga KPK

Share :

Baca Juga

Asuransi Dapur MBG Cegah Kerugian Mitra SPPG

Asuransi

Asuransi Dapur MBG Cegah Kerugian Mitra SPPG
Transparansi SPPG Disorot, Regulasi BGN Larang Rangkap Peran

Headline

Transparansi SPPG Disorot, Regulasi BGN Larang Rangkap Peran
Kemnaker Buka Program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3) Umum Batch 2

Headline

Kemnaker Buka Program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3) Umum Batch 2
PT Asuransi Bangun Askrida

Asuransi

PT Asuransi Bangun Askrida: Moto Mitra dalam Usaha Pelindung dalam Duka
Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Kriminal

Aktivis KontraS Disiram Air Keras Usai Diskusi di Kantor YLBHI
Petugas berjaga saat massa Aksi Reuni PA 212 bergerak ke arah Jalan Sudirman, Kamis (2/12). Foto: Nugroho GN/kumparan

Headline

PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani
Lindungi Aset Usaha, Ini Solusi Manajemen Risiko dari Askrida

Asuransi

Lindungi Aset Usaha, Ini Solusi Manajemen Risiko dari Askrida
Legalitas BTN Sah

Hukum

Legalitas BTN Sah, Rumah Ibu Nining Tetap Ditempati Oranglain