Breaking News

Home / Asuransi / Berita / Headline

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:21 WIB

Di Tengah Rumor Masa Lalu, Askrida Dinilai Tetap Profesional

Di Tengah Rumor Masa Lalu, Askrida Dinilai Tetap Profesional

Di Tengah Rumor Masa Lalu, Askrida Dinilai Tetap Profesional

JAKARTA, 19 Mei 2026 – Pengamat publik Fahria Alfiano menilai PT Asuransi Bangun Askrida (ASKRIDA) tetap mampu mempertahankan profesionalisme perusahaan meski beberapa tahun lalu sempat menghadapi berbagai opini negatif yang berkembang di tengah situasi politik nasional. Menurutnya, kondisi tersebut kini sudah mereda dan publik mulai melihat perusahaan secara lebih objektif berdasarkan fakta operasional yang ada.

Opini Negatif Dinilai Bagian dari Dinamika Saat Situasi Politik Memanas

Fahria Alfiano menilai munculnya berbagai rumor maupun opini negatif terhadap perusahaan besar bukanlah hal yang asing, terutama ketika situasi politik sedang memanas. Dalam kondisi tersebut, ruang publik dan media digital sering kali dipenuhi berbagai narasi yang berkembang cepat tanpa seluruhnya disertai fakta yang lengkap.

Menurutnya, ASKRIDA juga pernah menghadapi kondisi serupa beberapa tahun lalu. Namun hingga saat ini, berbagai isu yang sempat berkembang tersebut tidak pernah terbukti secara hukum maupun mempengaruhi keberlangsungan operasional perusahaan.

Baca juga: Kacab Askrida Bandung Ucapkan Selamat HUT ke-65 Untuk Bank BJB

“Kalau dilihat sekarang, isu itu sebenarnya sudah tidak lagi berkembang. Dulu memang sempat ramai saat momentum politik sedang panas dan opini publik sangat mudah terbentuk,” ujar Fahria Alfiano.

Ia mengatakan masyarakat saat ini mulai lebih rasional dalam melihat suatu persoalan, terutama terhadap perusahaan yang tetap menjalankan aktivitas bisnis secara normal.

Berita terkait: Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Partai Gerindra Enan, SM Gelar Reses di Desa Bunisari

Kepercayaan Mitra Dinilai Menjadi Bukti Nyata

Menurut Fahria, ukuran utama dalam dunia usaha bukanlah seberapa besar rumor yang beredar, tetapi bagaimana tingkat kepercayaan yang masih diberikan oleh mitra kerja, nasabah, maupun pemegang saham terhadap perusahaan tersebut.

Ia menilai ASKRIDA hingga kini masih menjaga hubungan profesional dengan berbagai pihak serta tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam dunia bisnis, kepercayaan tidak dibangun lewat opini media sosial, tetapi melalui rekam jejak, profesionalisme, dan konsistensi perusahaan menjalankan operasionalnya,” katanya.

Fahria menjelaskan bahwa para mitra kerja profesional umumnya memiliki penilaian yang lebih objektif. Mereka mempertimbangkan legalitas perusahaan, stabilitas bisnis, kemampuan operasional, kepatuhan terhadap regulator, hingga hubungan kerja sama yang telah berjalan dalam jangka panjang.

Karena itu, keberlangsungan perusahaan hingga saat ini dinilai menjadi indikator bahwa ASKRIDA masih memiliki fondasi bisnis yang kuat.

Dampak Rumor Turut Dirasakan Para Karyawan

Selain berdampak terhadap citra perusahaan, Fahria Alfiano juga menyoroti sisi lain yang menurutnya sering luput dari perhatian publik, yakni dampak psikologis dan sosial terhadap para karyawan.

Ia menilai berbagai opini negatif yang terus berkembang di ruang publik pada masa lalu turut mempengaruhi para pegawai yang setiap hari tetap bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya secara profesional.

“Banyak orang kadang tidak melihat bahwa di balik perusahaan ada karyawan dan keluarga mereka yang ikut merasakan dampaknya. Ketika rumor terus disebarkan tanpa kejelasan fakta, tekanan itu juga dirasakan oleh mereka,” ujarnya.

Menurut Fahria, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan kerja, mental, hingga kehidupan sosial para pegawai di lingkungan sekitar. Bahkan tidak sedikit karyawan yang harus menghadapi stigma akibat opini yang berkembang di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap perusahaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan dunia usaha. Namun kritik seharusnya tetap mengedepankan fakta dan tidak berkembang menjadi pembentukan persepsi negatif yang belum tentu benar.

Era Digital Membuat Persepsi Publik Mudah Terbentuk

Fahria mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran opini berlangsung jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Informasi yang belum tentu terverifikasi dapat dengan mudah berulang dan akhirnya membentuk persepsi tertentu di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan reputasi perusahaan maupun individu.

“Di era digital sekarang, orang harus lebih hati-hati melihat informasi. Jangan sampai opini yang belum tentu benar justru merugikan banyak pihak,” katanya.

Momentum Memperkuat Transparansi dan Reputasi

Di tengah dinamika yang pernah terjadi, Fahria melihat ASKRIDA memiliki peluang besar untuk terus memperkuat citra perusahaan melalui transparansi, peningkatan pelayanan, dan komunikasi publik yang lebih baik.

Menurutnya, kemampuan perusahaan bertahan menghadapi tekanan opini publik selama bertahun-tahun menunjukkan adanya fondasi dan pengalaman yang kuat dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

“Pada akhirnya yang akan dinilai publik adalah fakta di lapangan. Selama perusahaan tetap profesional dan menjalankan operasional dengan baik, kepercayaan itu akan tetap ada,” tutup Fahria Alfiano.

Simak juga: Disdukcapil Garut Gelar Jemput Bola di Garut Plaza, Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan

Share :

Baca Juga

Berita

Dewa United bungkam Malut United

Berita

Pemprov DKI Jakarta gandeng Pariaman kerja sama pengadaan beras
Kemnaker Buka Program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3) Umum Batch 2

Headline

Kemnaker Buka Program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3) Umum Batch 2

Berita

Antwerp lolos ke World Tour Zadar usai juara Shibuya Challenger 2026
Sengketa PSU Sentul City

Hukum

PSU Sentul City, Warga Minta PTUN Paksa Pemkab Bogor

Berita

Terobos banjir di Temanggung, sejumlah pengendara motor terjatuh
banjir rendam underpass mampang 2746559 yeDvhc

Berita

Minggu sore, banjir masih rendam 115 RT dan 16 jalan Jakarta

Berita

BTN dukung program Prabowo lewat pembiayaan hunian layak